Judul Buku : Demokrasi Sejalan dengan Islam ?
Penulis : Abu Muhammad Al Maqdisy
Penerjemah : Abu Sulaiman Aman Abdurrahman
Penerbit : Ar Rahmah Media
Tahun Terbit : Cetakan 1 Maret 2008
Jumlah Halaman : 128 halaman
Sinopsis :
Demokrasi bagaikan fatamorgana. Terlihat indah dan menjanjikan namun realitasnya rusak dan mengecewakan. Tapi, mengapa masih banyak umat Islam yang berharap kepadanya ?
Demokrasi adalah fitnah terbesar masa kini. Keberadaannya dibela sekaligus dicela. Demokrasi terkadang dianggap sebagai sumber kebebasan, kadang disamakan dengan syuro (musyawarah). Kadang dinisbatkan kepada jabatan Yusuf a.s. di sisi rajanya, atau kekuasaan Raja Najasy. Lebih seringnya demokrasi digunakan dengan dalih maslahat dan istihsan (anggapan baik). Apakah dengan semua alasan-alasan tersebut menjadikan demokrasi sejalan dengan Islam ?
Syekh Abu Muhammad Ashim Al Maqdisy menjawab seluruh pertanyaan penting tentang hakikat demokrasi, hokum dan konsekuensi bagi para penganutnya. Beliau menjelaskan pula syubhat-syubhat yang menjangkiti para pengagum demokrasi. Sebuah penjelasan dan bayan yang mencerahkan.

Sistem kerajaan Saudi tidak menampakkan kebagussannya.
Malahan ulama-ulamanya yang tegas harus PINDAH RUMAH dipenjara) bila berseberangan dengan kerajaan. Kerajaan dipeluk mesra oleh Bush.
Saudi tiap hari tidur nyaman, sementara dalam daratan yang sama, palestine dinistakan oleh bossnya Bush, Israel.
Jadi demokrasi lebih bagus dari kerajaan bila berpihak kepada Allah.
HARIMAU LEBIH GALAK DARIPADA SRIGALA, TAPI DUA2NYA SAMA2 BINATANG BUAS PEMAKAN DAGING. BUAT ALAMMAN : MEMANGNYA SAUDARA TIDAK TAHU SEJARAH KELAHIRAN KERAJAAN ARAB SAUDI ????? SIAPA SEBENARNYA DIBALIK RAJA SAUD DAN GERAKAN WAHABI ???? SOLUSINYA ???!!! KEMBALI KEPADA KEMURNIAN AJARAN ISLAM, DAN MENERAPKAN ISLAM DIDALAM SELURUH ASPEK KEHIDUPAN. DEMOKRASI ???? NO WAY !!!!!!!!!!